BASEL - Tim Nasional (Timnas) Swiss sukses mengakhiri rekor tidak terkalahkan Brasil dalam 11 pertandingan terakhir, setelah menundukkan anak-anak asuh Luiz Felipe Scolari itu dengan skor tipis 1-0 dalam laga persahabatan di St Jakob Park, Basel, Rabu (14/8) malam waktu setempat atau Kamis (15/8) dini hari WIB. Sedangkan pada pertandingan terpisah di Stadion Olimpico Roma, tuan rumah Italia menelan kekalahan 1-2 dari tamunya Argentina.
Brasil selalu menang dalam enam laga terakhir, termasuk lima laga di Piala Konfederasi 2013 yang kemudian mereka juarai. Terakhir, Seleccao kalah 1-2 dari Inggris pada laga persahabatan di Stadion Wembley, pada Februari 2013 lalu. Setelah itu, Brasil selalu memetik hasil imbang, termasuk saat melawan Italia di Jenewa dan Rusia di London, dan kemenangan. Sementara bagi Swiss, kemenangan ini memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka dalam 10 laga terakhir sejak Mei 2012 lalu.
Pada laga tersebut, bintang muda Brasil Neymar tidak bisa berbuat banyak. Bahkan pemain yang merumput bersama Barcelona ini frustrasi sehingga harus bermain keras. Pada menit ke-23, mantan pemain Santos itu diganjar kartu kuning oleh wasit Deniz Aytekin karena mengganjal keras bek Swiss, Stephen Lichtsteiner.
Meski begitu, pada menit ke-38, Neymar tetap bisa mengirim umpan silang cantik ke mulut gawang dari sisi kiri, tetapi sundulan gelandang bertahan Paulinho masih melintas di atas mistar gawang Swiss yang dijaga Diego Benaglio. Hingga turun minum, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Ketika pertandingan babak kedua baru berjalan tiga menit, tepatnya pada menit ke-48, Swiss memimpin berkat gol bunuh diri Daniel Alves. Bek Barcelona ini sama sekali dalam keadaan tidak tertekan saat mendapat bola umpan silang penyerang Swiss Haris Seferovic. Tetapi bola sundulannya menyambut umpan silang tersebut berbelok arah ke pojok kiri atas gawang yang tidak bisa dijangkau penjaga gawang Brasil, Jefferson. Gol tunggal ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi hasil itu, bek Swiss Stephen Lichsteiner mengatakan, "Tim ini layak menang. Kami memperlihatkan bahwa kalau kami memiliki ruang untuk bermain, kami adalah tim yang super. Menjaga gawang agar tidak kebobolan dari tim seperti mereka adalah sesuatu yang sangat spesial."
Swiss dan Brasil kemungkinan akan bertemu lagi di putaran final Piala Dunia tahun depan. Pasalnya, Swiss saat ini memimpin Grup E dengan 14 poin atau unggul empat poin dari Albania di peringkat kedua dan tidak pernah kalah selama kualifikasi. Langkah mereka ke Brasil juga semakin mulus karena babak kualifikasi hanya tersisa empat pertandingan.
Sementara itu, di Stadion Olimpico Roma, Italia takluk 1-2 dari tamunya Argentina. Padahal, Albiceleste tidak diperkuat pemain terbaik mereka Lionel Messi yang masih dililit cedera. Dua gol tim Tango dicetak oleh striker Napoli, Gonzalo Higuain dan Ever Banega. Sedangkan satu-satunya gol Gli Azzuri dibuat oleh Lorenzo Insigne.
Kekalahan Italia ini tidak terlepas dari buruknya penampilan mereka di babak pertama, terutama di lini belakang. Sebaliknya, Argentina tampil bagus di seluruh sektor mulai dari pertahanan hingga barisan penyerang. Alhasil, ketika pertandingan baru berjalan 20 menit, Argentina sudah unggul terlebih dahulu yang bertahan hingga turun minum melalui Higuain.
Argentina makin menjauh ketika pertandingan babak kedua baru berjalan empat menit, atau tepatnya pada menit ke-49 melalui Ever Banega. Italia baru mempertipis ketinggalannya melalui gol cantik Lorenzo Insigne pada menit ke-76. Ini adalah gol pertama Insigne bagi Italia. Kekalahan Italia ini terasa ironis karena mereka sebenarnya lebih banyak menguasai bola, 56 berbanding 44 persen.
Begitu juga jumlah tendangan ke gawang, anak-anak asuh Cesare Prandelli juah lebih banyak yaitu 18 berbanding 10. Bedanya, jumlah tendangan yang tepat sasaran lebih banyak dimiliki Argentina daripada Italia dengan enam berbanding dua. Kemenangan ini memperpanjang dominasi Argentina atas Italia selama 23 tahun terakhir.
Sebelumnya, pada laga persahabatan di Roma pada 2001, Italia juga takluk 1-2 dari Argentina. Sebelum itu, Argentina menyingkirkan Italia di semifinal Piala Dunia 1990 di Napoli melalui adu tendangan penalti. [AP/A-21]
Hasil Laga-laga Persahabatan
Belgia 0 vs 0 Prancis
Bosnia-Herzegovina 3 vs 4 Amerika Serikat
Ekuador 0 vs 2 Spanyol
Inggris 3 vs 2 Skotlandia
Jerman 3 vs 3 Paraguay
Italia 1 vs 2 Argentina
Jepang 2 vs 4 Uruguay
Korea Selatan 0 vs 0 Peru
Portugal 1 vs 1 Belanda
Swedia 4 vs 2 Norwegia
Swiss 1 vs 0 Brasil
Wales 0 vs 0 Irlandia
Cile 6 vs 0 Irak
Indonesia 2 vs 0 Filipina