Demonstran Pro dan Penentang Morsi Bentrok, 1 Tewas
Published on: Rabu, 14 Agustus 2013 //
Peristiwa
KAIRO - Bentrokan antardemonstran pro dan penentang mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi, terjadi di kawasan Giza, Kairo, Selasa (13/8), mengakibatkan satu orang tewas dan 10 lainnya terluka.
Insiden terjadi ketika sekelompok demonstran pendukung Morsi yang melakukan konvoi melewati Jalan Faisal di kawasan Giza dilempari batu oleh warga setempat. Hal itu memicu serangan balik dari para demonstran sehingga bentrokan tak terhindarkan. Kedua pihak tak dapat menahan diri sehingga aksi lempar batu berubah menjadi kericuhan dan pengrusakan sejumlah gedung di sekitar kawasan Giza, termasuk salah satu departemen store yang kacanya pecah berhamburan.
Sebelumnya di pusat ibukota, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan bentrokan yang terjadi antara massa pro Morsi dan warga yang menentang pemerintahan Presiden Mesir pertama yang terpilih melalui pemilu itu.
Polisi menjelaskan, massa pendukung Morsi tengah melakukan long march dari kawasan Nahda yang menjadi salah satu basis aksi demonstrasi mereka menuju Kementerian Wakaf. Warga setempat mengejek dan melemparkan batu juga botol ke konvoi demonstran pro Morsi dan Ikhwanul Muslimin.
Polisi akhirnya turun tangan melerai kedua pihak dan menembakkan gas air mata untuk menghentikan bentrokan. “Setidaknya satu orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam bentrokan itu,” kata petugas yang menolak disebut namanya seperti dikutip AFP.
Dia mengungkapkan, warga menjadi kesal dengan ulah demonstran pro morsi dan Ikhwanul Muslimin yang tak mengindahkan seruan pemerintah interim Mesir agar mereka membubarkan diri dan mulai memproses dialog damai.
Sebelumnya, pemerintah Mesir telah meminta militer untuk menggunakan segala upaya membubarkan aksi demonstrasi massa pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin di dua tempat, yakni di dekat Masjid al Rabaa dan lapangan Nahda dekat Universitas Kairo. Namun rencana itu dibatalkan karena pemerintah Mesir tidak ingin terjadi pertumpahan darah. Pemerintah kemudian menyerukan demonstran pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin untuk membubarkan diri.
Seruan pemerintah tersebut tak digubris. Demonstran pro Morsi bahkan memperluas perkemahan mereka dengan membuat tenda dan pondok kayu tambahan di sekitar Masjid al Rabaa dan lapangan Nahda. Hal itu yang memicu kekesalan warga sehingga menyerang massa pendukung Morsi yang tengah melakukan konvoi melewati kawasan Giza.
Desakan
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mendorong Pemerintah interim Mesir untuk membiarkan aksi demonstrasi massa pendukung Morsi dan menganggapnya sebagai kebebasan berdemokrasi. Meski demikian, AS prihatin dengan laporan kekerasan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di Mesir.
“Jelas kami menyaksikan situasi di lapangan sangat berat dan prihatin dengan laporan kekerasan terbaru, tetapi kami mendorong pemerintah interim Mesir untuk membiarkan jalannya aksi demonstrasi. Hal itu adalah bagian dari proses demokrasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar negeri AS, Marie Harf.
Seruan AS tersebut diduga menjadi alasan pemerintah interim Mesir menghentikan rencana membubarkan aksi demonstrasi dan membersihkan perkemahan yang dibuat demonstran pro Morsi di sekitar Masjid al Rabaa dan lapangan Nahda. [AFP/AP/BBC/J-9]






