Pilpres 2014, Jika Ingin Menang, ARB Harus Perkuat Internal
Published on: Rabu, 14 Agustus 2013 //
Politik
JAKARTA - Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya mengemukakan, masalah utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh Aburizal Bakrie (ARB) adalah konsolidasi partai yang harus secara bulat bekerja untuknya.
Pengalaman Pilpres 2004 dan 2009 menunjukkan bagaimana kegagalan calon presiden (capres) Partai Golkar (PG), karena soliditas yang lemah dari kadernya. Mereka terpecah mendukung capres lain.
"Buat sosok ARB, pilihan cawapres juga akan sangat berpengaruh secara elektoral untuk menutupi kelemahan yang dimilikinya dari sisi persepsi pemilih terutama berkaitan dengan keterkaitannya dengan isu Lapindo dan aspek primordia sebagai orang non Jawa," kata Yunarto di Jakarta, Rabu (14/8).
Ia melihat dari tren survei yang ada, siapapun sosok lama yang akan maju seperti Wiranto, ARB, Prabowo Subianto, dan lain-lain, akan sulit untuk mendapatkan ruang di hati rakyat bila Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) betul-betul memutuskan maju. Karena itu, ARB dan PG harus benar-benar kerja keras agar bisa menyaingi Jokowi.
Sementara pengamat politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago mengemukakan figur ARB benar-benar sulit. Dia maju kenan, mundur kena.
"Saya lihat dia maju terus karena sudah keplang tanggung. Kalau peluang menang, hanya mukzizat Tuhan yang bisa diharapkan," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono berharap elektabilitas ARB naik. Menurutnya, pencapresan ARB tidak perlu dievaluasi meskipun elektabilitasnya masih di bawah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
"Kami harap elektabilitas ARB pada Oktober mendatang semakin meningkat. Kami tetap mendukung ARB maju terus," ujarnya.
Agung menambahkan yang dievaluasi adalah tim sukses pencapresan ARB. Sektor mana saja yang harus ditingkatkan penggalangannya agar elektabilitas ARB bisa naik. [SP]






